Applying Visa is Easy and You Can Totally Do It

Rencanain jalan-jalan itu seru,

Booking tiket sama hotel? Lebih seru lagi (Meskipun bayar nya enggak ya..)

Tapi tau nggak proses paling painful? Yes, apply visa.

Sudah rahasia umum, Indonesia has little passport power (nasib ya cuman ranking 61, sedangkan negara tetangga, Singapore, ranking pertama.) That means, seringkali saat berpergian budget kita harus tambah lagi buat apply visa – mungkin ini caranya supaya kita travel Indonesia lebih sering kali ya, tapi pengen juga kan jalan-jalan keluar negeri!

Lama, mahal dan ribet – nice, an inspiration for a blog post. Tapi, emang nya sesusah itu apply Visa?

IMG_0943

1. Apply visa sendiri aja, you got this!

*ending my career as aspiring travel blogger* but hey, you want real tips? Here’s one : apply visa sendiri aja, nggak usah lewat pihak ketiga!

Why? Karena sebenarnya, you still need to prepare semua paperwork nya, dari kartu keluarga dan segala tetekbengek nya. Mereka hanya membantu untuk pengisian online form dan appointment aja dan itu bisa kamu lakukan sendiri dengan modal teliti, konsentrasi dan konsultasi Google kalau bingung. Selain itu, mereka juga nggak ngejamin bahwa visa kamu keterima – mending hemat uang nya buat yang lain kan?

Tahun lalu, my sister went to Greece dan apply visa Greece terkenal ribet, jauh lebih ribet daripada negara Schengen dan UK. Saking ribetnya, tour-tour umum nya mematok harga minimal 3,5 juta untuk bikin visa Greece. Biaya asli nya? 900 ribu.

Akhirnya aku coba apply sendiri, telfon ke Embassy dan tanya bener nggak sih, akte-akte nya harus dilegalisasi sama Kemenkumham, Kemenlu dan notaris? Akhirnya akte nya cuman di legalisir sama notaris and voila, jadi deh visa nya!

 

2. Not All European Countries are in Schengen

Ireland, Cyprus, Bulgaria, Romania, and Croatia – kamu bakal ke negara ini? If you do, ingat ya they are part of EU tapi nggak termasuk visa Schengen. That means kalau kamu ke negara Eropa lain nya dan ke negara tersebut, kamu harus bikin 2 visa.

Please banget diinget baik baik, soalnya pas tahun 2016 saya sempat ke Finland dan Croatia. Nah, visa Schengen udah selesai 2 minggu sebelum berangkat. Aman? Well, sepertinya saya kurang baca-baca, jadi seminggu sebelum pergi saya baru tau bahwa Croatia nggak bisa pakai visa Schengen – dan waktu itu masa-masa hari raya Idul Fitri! Dag dig dug setengah mati, buru-buru apply dan e-mail pihak VFS serta Kedutaan Croatia di Jakarta memohon supaya visa bisa diproses segera. Jawaban VFS? “Well, semua tergantung kedutaan.” Jawaban Kedutaan? Boro-boro dijawab.

Setelah nasib perjalanan digantung di pohon cabe, 3 hari kemudian saya ditelpon oleh nomor tidak dikenal dan udah mau saya decline – ternyata orang VFS membawa kabar baik, visa saya selesai!

IMG_1874
The sailing trip to Croatia that almost didn’t happen.

2. Read and Research Your Destination’s Visa Regulation.

Oke jadi gini, teman Mama saya anaknya nggak jadi ke Jepang karena pas sampai di airport nggak boleh check in. Alasannya? Gak punya visa! “Lah iya, bukannya ke Jepang sekarang nggak perlu visa?”

So here’s the catch. Traveling ke Jepang memang bebas visa, tapi kita tetap harus mendaftarkan e-passport ke Kedutaan Jepang untuk ditempel stiker bebas visa yang berlaku 3 tahun atau hingga masa berlaku paspor habis. It only takes a day, tapi kalau nggak care enough untuk baca-baca? Bisa aja kejadian seperti itu dan pundi-pundi uang melayang.

Again, baca baik-baik peraturan visa negara tujuan karena banyak juga yang apply visa di tujuan (visa on arrival), seperti Maldives, Fiji atau Iran, maupun e-Visa, seperti Turki.

Processed with VSCOcam with c3 preset

3. Get Your Ducks Itinerary Sorted.

Untuk apply visa Schengen dan UK, you need to give them your full itinerary dari menginjakkan kaki di negara pertama hingga terbang kembali. That means semua hotel dan perjalanan yang terjadi dalam perjalanan kamu harus disertakan di dokumen. Kalau sampai ada sehari nggak jelas itinerary nya, your visa application can get declined!

Tapi kalau kamu belum yakin dengan hotel/kota yang dikunjungi, here’s a tip : Book dengan third-party website seperti Agoda atau Booking.com, dan pilih akomodasi yang bisa di cancel. Jadi kamu tetap bisa pakai booking confirmation nya untuk apply visa dan kalau setelahnya kamu decide ada hotel yang lebih baik, you can cancel and rebook.

4. Watch the Schedule, Globetrotter.

Jangan lupa kalau lagi apply visa, paspor nya ditahan hingga proses pembuatan visa selesai. Jadi, jangan apply visa di tanggal yang kira-kira lagi pergi pakai paspor atau kalau terlanjur beli, apply visa nya ya ditunda dulu aja. Sori nih, tapi emang agak susah bagi orang Indo untuk terlalu spontaneous travel – kemana-mana harus pakai visa soalnya!

5. ​Make a Checklist

Version 2
Do you know Norway is not part of EU? Luckily, they are in the Schengen Agreement sehingga untuk ke Norway, bisa pakai visa Schengen.

Ready to apply for your first visa? Sungguh, nggak sesusah itu kok. Bikin check list supaya make sure kalau semua paperwork sudah lengkap dan print semua dokumen di kertas A4 (bukan F4 ya), termasuk KTP. Teknik yang saya pakai adalah mengurutkan dokumen sesuai check list, jadi kalau apply visa rame-rame pun cek nya lebih mudah. Make your appointment, show up on time, and you’ll be done before you know it.

Have more questions? Let me know!

Until next time,

signature

 

One Comment

Add yours →

  1. Thanks Michelle!
    I need to bookmark this!
    Jadi mikir untung waktu itu ke Jepang bisa masuk… dengan yakinnya ‘bebas visa’

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: